Tuesday, September 11, 2007

[Quadrangle] Nampang di Majalah HerWorld! Yippie!

Aku dah tahu semenjak si Q baru terbit bahwa akan ada seseorang (yang baruuu aja aku kenal) mau tulis resensi si Q di majalah tersebut.

Senangnya minta ampun ketika akhirnya resensi itu muncul. Apalagi, aku suka banget resensi yang ditulisnya. So beautiful...

Thanks so much to my dear new friend, Rina...

Thursday, August 23, 2007

[Quadrangle] Review di Tabloid Teen Edisi 73

Deg2an waktu minggu lalu, my dear friend, Ika, told me that si 'Q' di-review di Teen! Dan, alhamdulillah, review yang ditulis Gaya di halaman 27 itu really could make me smile.

Thank you, Teen...

Thank you, Gaya...

Thank you, Ika... *juga buat titipannya...lumayan deh ngurangin expense belanja bulanan gw hehehe*

Friday, July 7, 2006

Ayam Goreng Lemon - Crispy Lemon Chicken



Description:
It's simple yet tasty!

Crispy Lemon Chicken, why crispy? Because I prefer having them as
crispy as possible, sometimes I use the skin, some other time not. But mostly, I do! :D - pura2 lupa ama kolesterol...hehehe!

Ingredients:
10 skinny chicken drumsticks - atau sayap kayak yg aku bikin itu

1 teaspoon of salt (or depends on your need) - yah kalo suka asin ditambah boleh aja

1/3 cup lemon juice - atau 2 s/d 3 buah jeruk nipis

olive oil - atau minyak apa aja yang ada di rumah :D

Directions:
1. Generously coat the drumsticks with the lemon juice and salt, set
aside for half an hour lumuri ayam dengan perasan air jeruk nipis dan garam

2. Preheat your fryer, pour the oil, siapkan wajan, tuang minyak (kudu dikasih tau gitu? :D)

3. Drop the drumsticks in and allow to cook 15 minutes or until it's
brown and crispy - masukkin ayamnya, goreng selama 15 menit atau sampe coklat dan krispi alias garing

4. Enjoy! :D

Thursday, July 6, 2006

Soes Maker – Chicken


Description:
Pada dasarnya Abi gak doyan2 banget sama yang namanya cake dan bolu. Kalo ada dimakan, kalo gak ada gak minta. Abi lebih suka pastel, risol and the gank, yang asin2 gitu.

Nah, Tanteku suatu hari dateng bawa kue bolu yang ada isinya jadi seakan2 kue asin2 gitu. Abi ternyata doyan!

Sebagai istri yang baik, aku minta dunk resepnya, dan aku buatin. :D Udah yang kedua kalinya nih. Yang terakhir aku bener2 pake ayam, yang pertama kali pake daging sapi giling, alias make apa yang ada di dapur ajah.

Nah, pengen aja sharing sama temen2 yang suka masak. Aku suka, tapi waktunya dikit, hehehe....*ngeles mode on*

Ingredients:
Bahan isi:
• 2 siung bawang putih, cincang halus
• 1 sdm terigu
• 150 ml kaldu ayam
• 50 gr dada ayam, rebus, potong kotak
• 20 gr wortel, potong kotak
• 20 gr jamur kancing, iris tipis
• ¼ sdt garam
• 1/8 sdt merica bubuk
• 1/8 sdt pala bubuk
• ¼ sdt gula pasir
• 1 sdm margarin untuk menumis

Bahan cake:
• 2 butir telur
• 25 gr gula pasir
• 1 sdt sp
• 50 gr terigu
• 10 gr susu bubuk
• 30 gr margarin, lelehkan
• ½ sdm seledri, cincang halus
• 25 gr keju parut untuk ditaburkan


Directions:
1. Isi : panaskan margarin. Tumis bawang putih sampaih harum
2. Tambahkan terigu sambil diaduk sampai berbutir. Tuang kaldu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai licin
3. Tambahkan dada ayam, wortel, jamur, garam, merica, pala dan gula. Aduk rata sampai adonan meletup-letup dan kering. Sisihkan.
4. Cake: kocok telur, gula dan SP sampaimengembang. Tambahkan terigu dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk rata
5. Tuang margarin dan seledri, aduk perlahan
6. Siapkan cetakan muffin yang dialas kertas kue. Tuangkan adonan hingga ½ cetakan, tambahkan isi, tutup lagi dengan adonan cake.
7. Panggang  20 menit dengan suhu 180C

Tuesday, June 28, 2005

Sayur Oyong


Description:
Tadi siang beli makanan ke warung deket kantor. Ternyata menu sayurnya adalah SAYUR OYONG. Wah kalo inget sayur Oyong jadi inget Ibunya Papaku, alias nenekku (kita manggil beliau IBU). Alm. Ibu doyan banget Sayur Oyong. Walhasil, beberapa saat setelah Ibu menginggal, Mama mengindari masakan Sayur Oyong karena Papa yang deket banget sama Ibu selalu sedih kalo ada masakan Sayur Oyong, inget Ibu, dan jadi gak terlalu nafsu makan.

Nah tadi aku makan Sayur Oyong, jadi inget Ibu juga. Setiap inget orang yang sudah gak ada, aku baca Al-Fatihah, alhamdulillah setelah lihat Sayur Oyong aku baca Aal-Fatihah buat Ibu.

Td browsing oyong, dapet deh gambar dan nama2 lainnya :

Luffa Angled (Luffa acutangula) --> nama latinnya kali ya...
Also known as:
angled luffa, Chinese okra, dish cloth gourd, ridged gourd, sponge gourd, vegetable gourd
China: cee gwa, si gua, tsee gwa , ling chiao si qua, sze kwa, you lin si gua
India: jhingta tori, kalitori, torai
Indonesia: ewes, gambas, hoyong, jingi, ketala manis, oyong, petola
Japan: ito uri, tokado hechima
Malaysia: ketola, petola sagi, petola segi
Philippines: cabatiti, patola, patola tagalog
Sri Lanka: veta kola
Thailand: boap liam
Vietnam: muop huong, muop khia

Ketemu juga khasiat Oyong :

Sayur Oyong sering dimanfaatkan untuk mengatasi panas dalam. Sayur Oyong mengandung beberapa zat kimia, seperti saponin triterpen, luffein, citruline, dan cucurbitacin. Getahnya mengandung saponin, lendir, lemak, protein, vitamin B, dan vitamin C. Kandungan kimia juga terdapat pada biji, bunga, serat sabut, daun, dan batang blustru.

Daunnya dapat dimanfaatkan sebagai obat disentri, melancarkan air seni, melancarkan haid pada wanita, obat muntah, dan penawar racun ular (di India). Di samping itu, daun mudanya dapat juga digunakan sebagai obat asma. Pada buku Obat Asli Indonesia tulisan Dr A Seno Sastroamidjojo, penggunaan blustru adalah dengan membembam (mematangkan dengan cara membenamkan dalam abu hangat - Red) daun muda, tawas, getah lemon swanggi, dan dibungkus daun pisang. Air bembaman bahan-bahan itu diminum.

Bijinya ternyata juga berkhasiat sebagai peluruh, terutama peluruh kencing, peluruh haid, dan pencahar. Sementara akar blustru rasanya manis berkhasiat melancarkan sirkulasi darah, dan menghilangkan bengkak. Khasiat yang bisa didapat dari batangnya antara lain melancarkan sirkulasi darah.

(data diambil dr bbrp website, maaf gak dicantumin, dah terlanjur ketutup, lupa catet... :D)

btw, resep di bawah sih bukan yang biasa Mama buatkan tp aku ambil dr website. Kalo Mama kayaknya gak pake tetelan, tp tetep enak, tambah bawang merah dan irisan cabai merah tanpa biji. Dimodifikasi ajah...gimana juga masaknya, oyong selalu enak dan menyegarkan.




Ingredients:
150 gr tetelan sapi potong-potong, 2 lt air, 2 siung bawang putih, cincang halus, 2 cm jahe dimemarkan, 1 buah tahu sutra potong-potong, 2 bh oyong potong-potong, 100 gr jagung manis pipil, 50 gr soun seduh sebentar, 1 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, bawang goreng untuk taburan.



Directions:
Rebus tetelan hingga lunak, masukan tumis bawang putih dan jahe. Tambahkan tahu sutra, jagung, oyong, garam dan merica. Sajikan panas dengan menambah soun dan bawang goreng.


Tuesday, December 7, 2004

SAYUR TOMAT


Description:
Ini masakan mertuaku, enaaaaq betul! Tp honestly aku belum pernah coba buat sendiri...hihihi...

Ingredients:
bawang putih 5 --> dihaluskan
bawang bombay 1 --> diiris2
ketumbar --> dihaluskan
cabai merah --> dihaluskan
--semua yg di atas ditumis--
biji pala 1 --> dibelah 4
cengkeh 6
kayu manis 1 ruas jari
kapulaga 5
tomat 1/4 kg --> diparut/dihaluskan
daging kambing/sapi
air secukupnya

Directions:
rebus daging hingga lunak, masukkan bumbu (yg tidak ditumis), lalu masukkan bumbu tumisan, kemudian masukkan tomat.
tunggu hingga mendidih dan mengental...

Tuesday, November 9, 2004

big responsibility and enorme patience


Dear friends,

I would like to share my experience, feeling and thoughts about having a baby. Hope somehow it could be useful for all of you...

The first thing that came to mind when I got married was that I had to have a baby as soon as possible. Why? Coz some of my friends had not had one even after they got married for years. Then, in the second month of my marriage, my husband and I were granted a great news…I got pregnant!

So, for nine months I carried the future baby in happiness. Ok, vomiting, pain on my back, headache, etc were also part of the pregnancy but I went through all in enjoyment.

The D-day, June 21, 2004. I gave birth to my baby with my husband on my side. It was so beautiful. I don’t mind experiencing that again (3 years from now hopefully).

The first three months were not so hard. The baby was still a tiny creature who did nothing but sleeping and milk drinking.

The second three months (now) is funnier but…the baby does more than just sleeping and drinking. She eats now, she plays now, even she can have a bad mood. We are so excited to experience all her new developments.

This period is where we realize how responsible and patient we must be. We are responsible for her well-being and we also are required to be patient in the process of fulfilling all the baby needs.

Last night was the moment when I was afraid that I had used all my patience and had nothing left. I was so tired, had headache, and needed sleep much (result of waking up early to prepare sahur). But the baby was the contrary. She refused to sleep, she refused to play, she just wanted to stay awake and had company, and seemed like needing to go outside or around the house. It was 11 PM. Luckily my husband understood and replaced me (although he had works to finish, thank you, hubby!). My baby fell asleep on the stroller while my husband took her around the house (my tiny house).

And you know how I felt? Sad! I wish I were the one to comfort her last night. Isn’t it a silly feeling? I should have been pleased that she finally could sleep and I didn’t have to be awake too long for her. But no! The feeling was not that simple. I need her to need me but I have limitations. I want to act responsibly but again, I have limitations. I want to be patient but still I have limitations.

And now here I am, looking at her picture right beside the monitor (if not covered by the multiply window, I can see her smiling so dearly on the desktop). I wish I had more time with her. I wish I had more energy.

One thing for sure, I love her so much that I would die for her happiness. Hope no limitations stop me from doing that.

(See the pic? She sleeps like an angel, doesn’t she? Of course, beuty is important, pinky ribbon needs to stay for the sake of photo session)